Minggu, 18 Desember 2016

Tafsir Surah An Najm 43 - 48

Kaya VS ........
Kaya dan miskin merupakan sebuah suratan takdir. Namun dengan meyakini bahwa yang memiskinkan dan membuat kita menderita adalah Tuhan, tentu ini sama saja dengan kita telah menganggap bahwa Tuhan adalah Maha miskin sehingga tidak mampu untuk mensejahterakan semua makhlukNya. Dan tentu saja ini adalah suatu anggapan yang salah,bukan...? Karena kita ini adalah makhluk yang dikaruniai kemampuan untuk berpikir serta kebebasan untuk berkehendak, hal inilah yang membedakan antara diri kita dengan makhluk lainnya seperti pohon, binatang, dan bahkan malaikat. Anugerah kemampuan berpikir serta kemerdekaan berkehendak inilah yang membuat dinamika kehidupan ini semakin asyik untuk dinikmati dan dijalani. Dan dengan anugerah inilah kita diharapkan akan memperoleh kehidupan yang nyaman dan sesuai dengan keinginan kita. Karena anugerah inilah yang akan menjadikan kita hidup dengan mulya. Ibarat kata, kita boleh saja terlahir dari keluarga miskin namun pantang bagi kita untuk hidup miskin dan mati miskin. Pepatah ini bermakna, bahwa Tuhan telah memberikan kepada kita kemampuan serta hak untuk mengatur kehidupan kita sendiri. Dan Tuhan telah memberikan kepada kita semua sumber daya yang kita butuhkan untuk mencapai kesuksesan hidup. Baik sumber daya alam ataupun sumber daya yang ada di dalam diri kita sendiri. Dengan kata lain hanya manusia yang terpenjara secara mental sajalah yang tidak akan pernah mengalami perubahan nasib menuju kehidupan yang lebih baik dan lebih maju. Dan tentu saja, ini adalah penjara mental buatan manusia itu sendiri. Karena Tuhan tidak pernah memenjarakan mental manusia.
Lalu benarkah bahwa Tuhan memang berkehendak untuk membuat kita miskin dan menderita..?
Sekarang, silahkan Jawab pertanyaan saya dibawah ini :
Lawan Kata dari tertawa adalah....?
Lawan kata dari mati adalah...?
Lawan kata dari laki-laki adalah..?
Lawan Kata dari kaya adalah...?
Dan untuk sementara, simpan dulu jawaban anda, dan mari kita simak Kisah Penuh Hikmah dibawah ini..
MENGAPA ADA ORANG YANG MISKIN DAN SELALU MENGALAMI KESULITAN HIDUP, SEMENTARA ORANG LAIN TIDAK
Ada seorang yang fakir dan miskin bertanya pada Sang guru bijak
"Mengapa aku menjadi orang yang sangat miskin dan selalu mengalami kesulitan hidup? Sang guru menjawab: "Karena engkau tidak pernah berusaha untuk memberi pada orang lain dan bahkan pada dirimu sendiri...". Orang Miskin: "Tapi saya tidak punya apapun untuk di berikan pada orang lain? Sang guru bijak; "Sebenarnya kamu masih punya banyak untuk kamu berikan pada orang lain". Orang Miskin: "Apakah itu hai guru bijak ?". Sang guru bijak :


1. Dengan mulut yang kamu punya. Kamu bisa berikan senyuman, nasehat, ilmu, dan doa.
2. Dengan mata yg kamu punya, kamu bisa memberikan perhatian kepada orang lain. Dan juga dapat melihat anugerah Tuhan yang ada padamu sendiri. Sehingga kamu mampu untuk bersyukur padaNya...
3. Dengan telinga yang kamu punya, bisa mendengarkan derita dan ketidakbahagiaan orang lain. Sehingga hatimu senantiasa dapat berempati dan bersimpati pada siapapun. Bahkan kepada orang yang kaya raya sekalipun. Karena suka dan duka juga ada di hati kita semua, termasuk di dalam hati orang kaya.
4. Dengan Wajah yang kamu punya, kamu bisa memberikan keramahan dan pancaran wajah Ilahi yang meneduhkan dan mendamaikan setiap orang yang memandang.
5. Dengan tangan dan kaki yang kamu punya, kamu bisa memberikan bantuan dan pertolongan pada orang lain yang membutuhkan.
6. Dengan otak dan hatimu, kamu dapat menyumbangkan ide-ide yang bermanfaat pada orang lain,  senantiasa belajar dan memberikan pelajaran, serta senantiasa mengasihi sesama... dan masih banyak lagi.
"Jadi sesungguhnya kamu bukanlah miskin hanya saja tidak pernah mau memberi pada orang lain dan juga pada dirimu sendiri....". "Itulah yang menyebabkan orang lain dan alam semesta juga tidak pernah mau memberikan apapun pada dirimu". "Engkau akan terus seperti ini jika engkau tidak mau memberi dan berbagi pada orang lain dan siapapun". "Pulanglah dan berbagilah pada orang lain dari apa yang masih kamu punya agar orang lain dan alam semesta juga mau berbagi padamu.
Apa jawaban anda pada pertanyaan sebelum kisah hikmah di atas..?
Dan sekarang mari kita membandingkan jawaban tersebut dengan Firman Allah SWT berikut ini :
"Dan bahwasanya Dialah yang menjadikan orang tertawa dan menangis, dan bahwasanya Dialah yang mematikan dan menghidupkan, dan bahwasanya Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan laki-laki dan perempuan, dari air mani apabila dipancarkan; Dan bahwasanya Dia-lah yang menetapkan kejadian yang lain (kebangkitan sesudah mati), dan bahwasanya Dia yang memberikan kekayaan dan memberikan kecukupan. "(QS. An - Najm [53] : 43 - 48)
Hidup itu berpasang - pasangan, Al - Quran sendiri banyak menyinggungnya dalam berbagai surat. Bahkan, tidak sedikit kalimat berpasang - pasangan telah Allah tampilkan dalam Al - Qur'an berulang kali, seperti hidup dan mati, baik dan buruk, malaikat dan setan, lelaki dan perempuan, dan masih banyak lagi.
Dalam Al - Qur'an terdapat sebuah kalimat yang belum tentu setiap kita mengetahui dan menyadarinya, yakni kalimat pada Surat An - Najm ayat 48, "Dan bahwasanya Dia yang memberikan kekayaan (aghna) dan memberikan kecukupan (aqna).
Pertanyaannya, mengapa ketika Allah berbicara tentang kekayaan malah disandingkan dengan kecukupan? Bukankah sandingan kekayaan itu adalah kemiskinan atau keterpurukan?
Secara harfiah, kata aqna dalam ayat tersebut memiliki akar kata yang sama dengan qinyah, yang bermakna apa yang dikumpulkan atau dari kata qaniya, yang berarti ridha.
Ibnu Katsir dalam tafsirnya mengatakan bahwa makna dari "Dan bahwasanya Dia yang memberikan kekayaan (aghna) dan memberikan kecukupan (aqna), adalah Dia memberikan kepemilikan harta kepada para hamba - Nya dan menjadikan harta tersebut sebagai qinyah (sesuatu yang dikumpulkan) yang tetap di sisi mereka, sehingga mereka tidak perlu menjualnya. Ini adalah kesempurnaan nikmat kepada para hamba - Nya.
Dari sini kita bisa memahami bahwa Allah hanya menyandingkan kata kaya dengan cukup. Dia tidak menyandingkan kata kaya dengan miskin. Oleh karena itu, sudah sepantasnya ayat ini menjadi renungan untuk kita semua, bahwa sama sekali Allah tidak pernah memberikan kita kemiskinan, dan Allah juga tidak pernah menjanjikan kefakiran kepada kita.
Fenomena kemiskinan yang berada di sekeliling kita tiada lain hanyalah akibat kesalahan kita sendiri. Sebab, kita terkadang tidak mau berubah ke arah yang lebih baik, malas, tidak mau belajar, hidup pesimis, dan lalai. Hanya setan yang mengarahkan manusia terjerumus ke arah keterpurukan hingga akhirnya mereka menjadi miskin.
Allah berfirman : "Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui." (QS. Al - Baqarah [2] : 268)
Oleh karena itu, perlu kita ketahui bahwa ikhtiar dalah bagian dari takwa, dan orang yang bertakwa rezekinya terjamin. Lalu, siapa yang menjamin? Tentu Allah yang Maha Kaya. Sebagaimana janji Allah dalam Surat At - Thalaq ayat 2 - 3 : Barang siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar.Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. "
Menuju Insan Terbaik
Manusia merupakan makhluk yang paling mulia yang Allah SWT ciptakan diantara seluruh makhluk lain di dunia ini, demikian Allah SWT tegaskan dalam QS Al-Israa ayat 70; “Dan sungguh, Kami telah memuliakan anak cucu Adam, dan Kami angkat mereka di darat dan di laut, dan Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka di atas banyak makhluk yang Kami ciptakan dengan kelebihan yang sempurna.”
Terdapat hadith ringkas tetapi penuh dengan makna. Ia dikutip dalam buku Al-Jami'ush Shaghir yang ditulis Imam Suyuthi. Hadithnya berbunyi, "Khairun naasi anfa'uhum linnaas." Terjemahan: Sebaik-baik manusia adalah siapa yang paling banyak manfaat pada orang lain. Menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain merupakan perkara yang sangat dianjurkan oleh Agama Islam. Hal ini menjadi indikator berfungsinya nilai kemanusiaan yang sebenarnya. Eksistensi manusia sebenarnya ditentukan oleh kemanfataannya pada yang lain. Adakah dia berguna bagi orang lain, atau malah sebaliknya menjadi parasit buat yang lainnya. Ungkapan umum yang sering kita dengar adalah “hiduplah bagai seekor lebah, jangan seperti lalat.”
Seekor lebah dia hidup selalu dari yang indah/bersih, dia hinggap di tangkai bunga tanpa mematahkannya, dia mengeluarkan sesuatu dzat yang sangat berguna atau menyehatkan yaitu madu. Sedangkan lalat, dia hidup selalu di lingkungan yang kotor, memberikan atau menyebarkan penyakit ke mana-mana.
Kalau kita coba menginstrospeksi diri kita, maka lihatlah keluarga kita, tetangga kita, saudara, kerabat, dan umat secara keseluruhan. Apakah mereka semua merasa senang ketika kita ada atau malah sebaliknya ?
Life is Mind Game..
Hidup ini adalah sebuah permainan pikiran.. Positif dan negatifnya Kehidupan, adalah tergantung dari sudut pandang kita sendiri....
CHANGE YOUR MIND, CHANGE YOUR LIFE.
TERIMA KASIH & SALAM SUKSES UNTUK ANDA SEMUA


THOLA’AL BADRU

THOLA’AL BADRU

Thola’al badru ‘alaina Mintsani yyatil wa daa’
Wajabasysyukru ‘alaina Maada’aa lillaahi daa’ ..........................

Ayyuhalmab’uutsu fiinaa
Ji’ta bil amril muthoo’

Thola’al badru ‘alaina Mintsani yyatil wa daa’
Wajabasysyukru ‘alaina Maada’aa lillaahi daa’ ..........................

Ayyuhalmab’uutsu fiinaa
Ji’ta bil amril muthoo’

Thola’al badru ‘alaina Mintsani yyatil wa daa’
Wajabasysyukru ‘alaina Maada’aa lillaahi daa’ ..........................


Puji-pujian

ِإِلهِي لََسْتُ لِلْفِرْدَوْسِ أَهْلاَ# وَلاَ أَقوى عَلَى النّارِ الجَحِيم
Ilaahii lastu lil firdausi ahlaan wa laa aqwaa ‘alaa naaril jahiimi
Wahai Tuhan Ku YME, Aku bukanlah ahli surga, tapi aku juga tidak kuat didalam neraka (Jahim)
فهَبْ لِي تَوْبَةً وَاغْفِرْ ذنوبِي # فَإنّكَ غَافِرُ الذنْبِ العَظِيْم
Fa hablii taubatan waghfir zunuubii fa innaka ghaafirudzdzambil ‘azhiimi
Maka berilah aku kemampuan bertaubat dan ampunilah dosaku, sesungguhnya engkau Maha Pengampun dosa (yang besar)
ذنوبِي مِثلُ أَعْدَادٍ الرّمَالِ # فَهَبْ لِي تَوْبَةً يَاذَاالجَلاَل
Dzunuubii mitslu a’daadir rimaali fa hablii taubatan yaa dzaaljalaali
Dosaku bagaikan bilangan pasir, maka berilah aku taubat wahai Tuhanku yang memiliki Keagungan
وَعُمْرِي نَاقِصٌ فِي كُلِّ يَوْمٍ # وَذنْبِي زَائِدٌ كَيفَ احْتِمَالِي
Wa ‘umrii naaqishun fii kulli yaumi wa dzambii zaa-idun kaifah timaali
Umurku ini setiap hari berkurang, sedang dosaku selalu bertambah, bagaimana aku menanggungnya
َإلهي عَبْدُكَ العَاصِي أَتَاكَ # مُقِرًّا بِالذنوبِ وَقَدْ دَعَاك
Ilaahii ‘abdukal ‘aashii ataaka muqirran bidzdzunuubi wa qad da’aaka
Wahai, Tuhan Ku YME, Hamba Mu yang berbuat dosa telah datang kepada Mu dengan mengakui segala dosa, dan telah memohon kepada MU
َفَإِنْ تَغْفِرْ فَأنْتَ لِذاك أَهْلٌ # فَإنْ تَطْرُدْ فَمَنْ نَرْجُو سِوَاك
Fa in taghfir fa anta lidzaaka ahlun wa in tathrud faman narjuu siwaaka
Maka jika engkau mengampuni, maka Engkaulah yang berhak mengampuni. Jika Engkau menolak, kepada siapakah lagi hamba mengharap selain kepada Engkau... Ya ALLAH SWT....
Lirik Jawa
Duh Pengeran kula sanes ahli suwarga # Nanging kula mboten kiyat wonten neraka
Mugi Tuhan paring taubat dumateng kula # Estu Tuhan kang ngapura agunge dosa
Dosa kula kados wedhi ing segara # Mugi gusti kersa nampi taubat kula
Saben dinten dosa kula tambah umur suda # Kados pundi anggenipun kula nyangga
Duh Gusti kawula sowan dhateng Paduka # Sarana ngakeni dosa kelawan ndunga
Yen paring ngapura estu Gusti kuwasa # Yen mboten dingapura sinten pengajeng kula
   




Shalawat Badar atau Shalawat Badriyah

Shalaatullaah Salaamullaah ‘Alaa Thaaha Rasuulillaah
Shalaatullaah Salaamullaah ‘Alaa Yaa Siin Habiibillaah

Tawassalnaa Bibismillaah Wabil Haadi Rasuulillaah
Wakulli Mujaahidin Lillaah Bi Ahlil Badri Yaa Allaah

llaahi Sallimil Ummah Minal Aafaati Wanniqmah
Wamin Hammin Wamin Ghummah Bi Ahlil Badri Yaa Allaah

Ilaahi Najjinaa Waksyif Jamii’a Adziyyatin Wahrif
Makaa idal ‘idaa wal thuf Bi Ahlil Badri Yaa Allaah

llaahi Naffisil Kurbaa Minal’Ashiina Wal’Athbaa
Wakulli Baliyyatin Wawabaa Bi Ahlil Badri Yaa Allaah

Wakam Min Rahmatin Washalat Wakam Min Dzillatin Fashalat
Wakam Min Ni’matin Washalat Bi Ahlil Bailri Yaa Allaah

Wakam Aghnaita Dzal ‘Umri Wakam Autaita D’Zal Faqri
Wakam’Aafaita Dzal Wizri Bi Ahlil Badri Yaa Allaah

Laqad Dlaaqat’Alal Oalbi Jamii’ul Ardli Ma’ Rahbi
Fa Anji Minal Balaas Sha’bi Bi Ahlil Badri Yaa Allaah

Atainaa Thaalibir Rifdi Wajullil Khairi Was Sa’di
Fawassi’ Minhatal Aidii Bi Ahlil Badri Yaa Allaah

Falaa Tardud Ma’al Khaibah Balij’Alnaa’Alath Thaibah
Ayaa Dzal ‘lzzi Wal Haibah Bi Ahlil Badri Yaa Allaah

Wain Tardud Faman Ya-Tii Binaili Jamii’i Haajaati
Ayaa jalail mulimmaati Bi Ahlil Badri Yaa Allaah

llaahighfir Wa Akrimnaa Binaili Mathaalibin Minnaa
Wadaf i Masaa-Atin ‘Annaa Bi Ahlil Badri Yaa Allaah

llaahii Anta Dzuu Luthfin Wadzuu Fadl-Lin Wadzuu ‘Athfin
Wakam Min Kurbatin Tanfii Bi Ahlil Badri Yaa Allaah

Washalli ‘Alan Nabil Barri Bilaa ‘Addin Walaa Hashri
Wa Aali Saadatin Ghurri Bi Ahlil Badri Yaa Allaah

Arti dari Shalawat Badar atau Shalawat Badriyah :

Rahmat dan keselamatan Allah,
Semoga tetap untuk Nabi Thaaha utusan Allah,
Rahmat dan keselamatan Allah,
Semoga tetap untuk Nabi Yasin kekasih Allah.

Kami berwasilah dengan berkah “Basmalah”,
Dan dengan Nabi yang menunjukkan lagi utusan Allah,
Dan seluruh orang yang berjuang karena Allah,
Sebab berkahnya sahabat ahli Badar Ya Allah.

Ya Allah, semoga Engkau menyelamatkan ummat,
Dari bencana dan siksa,
Dan dari susah dan kesempitan,
Sebab berkahnya sahabat ahli Badar Ya Allah.

Ya AIlah semoga Engkau selamatkan kami dari semua yang menyakitkan,
Dan semoga Engkau (Allah) menjauhkan tipu dan daya musuh-musuh,
Dan semoga Engkau mengasihi kami,
Sebab berkahnya sahabat Ahli Badar Ya Allah.

Ya Allah, semoga Engkau menghilangkan beberapa kesusahan,
Dari orang-orang yang bermaksiat dan semua kerusakan,
Dan semoga Engkau hilangkan semua bencana dan wabah penyakit,
Sebab berkahnya sahabat ahli Badar Ya Allah.

Maka sudah beberapa rahmat yang telah berhasil,
Dan sudah beberapa dari kehinaan yang dihilangkan,
Dan sudah banyak dari nikmat yang telah sampai,
Sebab berkahnya sahabat ahli Badar Ya Allah.

Sudah berapa kali Engkau (Allah) memberi kekayaan orang yang makmur,
Dan berapa kali Engkau (Allah) memberi nikmat kepada orang yang fakir,
Dan berapa kali Engkau (Allah) mengampuni orang yang berdosa,
Sebab berkahnya sahabat ahli Badar Ya Allah.

Sungguh hati manusia merasa sempit di atas tanah yang luas ini,
karena banyaknya marabahaya yang mengerikan dan malapetaka yang menghancurkan,
Semoga Allah menyelamatkan kami dari bencana yang mengerikan,
Sebab berkahnya sahabat ahli Badar Ya Allah.

Kami datang dengan memohon pemberian pertolongan,
Dan memohon agungnya kebaikan dan keuntungan,
Semoga Allah meluaskan anugerah (kenikmatan) yang melimpah-limpah,
Dari sebab berkahnya ahli Badar Ya Allah.

Maka janganlah Engkau (Allah) menolak kami menjadi rugi besar,
Bahkan jadikanlah diri kami dapat beramal baik dan selalu bersuka ria,
Wahai Dzat yang punya keagungan (kemenangan) dan Prabawa,
Dengan sebab berkahnya sahabat ahli Badar Ya Allah.

Jika Engkau (Allah) terpaksa menolak hamba, maka kepada siapakah kami akan datang mohon dengan mendapat semua hajat kami,
Wahai Dzat yang menghilangkan beberapa bencana dunia dan akhirat,
Hilangkan bencana-bencana hamba,
Lantaran berkahnya sahabat ahli Badar Ya Allah.

Ya Allah semoga Engkau rnengampuni kami dan memuliakan diri kami,
Dengan mendapat hasil beberapa permahonan kami,
Dan menolak keburukan-keburukan dari kami,
Dengan mendapat berkahnya sahabat ahli Badar Ya Allah.

Ya Allah, Engkaulah yang punya belas kasihan,
Dan punya keutamaan (anugerah) lagi kasih sayang,
Sudah banyaklah kesusahan yang hilang,
Dari sebab berkahnya sahabat ahli Badar Ya Allah.

Dan semoga Engkau (Allah) melimpahkan rahmat kepada Nabi yang senantiasa berbakti kepada-Nya,
Dengan limpahan rahmat dan keselamatan yang tak terbilang dan tak terhitung,
Dan semoga tetap atas para keluarga Nabi dan para Sayyid yang bersinar nur cahayanya,
Sebab berkahnya sahabat ahli Badar Ya Allah.














Shalatullah salamullah 'ala taha Rasulillah
Shalatullah salamullah 'ala yasin Habibillah
Tawasalna bibismillah wabilhadi Rasulillah
Wakulli mujahidilillah bi ahlilbadri ya Allah


Lirik bahasa Jawa
Lirik bahasa Indonesia
Marang Pengeran kang pinuji
Ngaturaken sekabehe puji
Marang Pengeran kang Maha Suci
Mangga nyuwun ikhlase ati

Sugih lan mlarat karek nglakoni
Wes ditetepne Rabbi Izzati
Seng penting iman neng njero ati
Kudu dijaga sampek mati

Urip neng dunya aja ngangsa
Kabeh kuwi wes ana Sing Nata
Urip neng dunya ja gampang ngresula
Apa meneh pas atine gela

Urip neng dunya kuwi coba
Susah lan seneng kabeh coba
Seng kuwat coba seng duwe rasa
Rasa sukur marang Kang Kuwasa

Akeh wong ngaji mung dirungokne
Teka ngomah ra diamalne
Akeh wong ngaji mung ngobrol dhewe
Kadhang malah ngrasani tanggane

Budhal ka ngomah ketoke ngaji
Teka enggen gur ngrasani
Nek ngono kuwi ndang ditaubati
Apa ra wedi siksa nek wes mati

Klawan Pengeran Kang Maha Ghafur
Mangga nyuwun barokahe umur
Pas ati sumpeg ja nganti nglantur
Kabeh kuwi ana Sing Ngatur

Rahmate Allah tanpa tinikur
Subhanallah ja nganti kufur
Shalat wajibe kudu teratur
Aja nganti di undur undur

Urip sepisan ja salah langkah
Aja lali shalawatan nariyyah
Urip sepisan ja gampang gresah
Apa meneh pas atine susah

Sugih lan mlarat kabeh isa susah
mergo iku adile gusti Allah
Yen dulur ngelah sing penting ngalah
Merga iku dadi ibadah" 

Sedulur padha elinga
Sira urip ana ngalam dunya
Temenana anggonmu ngaji
Mumpung durung ketekan pati

Elingana lamun wis mati
Wis wancine ra kena selaki
Disandangi sarwa putih
Amerga ora bisa mulih

Tumpa’ane kereta Jawa
Roda papat rupa menungso
Panggone ing jero guwa
Tanpo bantal tanpa klasa
Obat nyamuk ya ora ana

Diselehke ngalor ujure
Guane banget ciute
Ning kono ora ana lawange
Turu dhewe ra ana kancane

Ditutupi anjang-anjang
Diuruki trus disiram kembang
Yen neng donya ra gelem sembahyang
Disiksa peng pirang-pirang

Tangga-tangga padha sambang
Nggone nangis kaya nembang
Niku ngono imane kurang
Lha wong ngajine ya mung arang-arang

Pada Tuhan Sang Terpuja
Hamba haturkan segala doa
Pada Tuhan Yang Maha Suci
Mari minta ikhlasnya hati

Kaya miskin tinggal menjalani
Tlah ditakdirkan Rabbi Izzati
Yang penting iman di dalam hati
Harus dijaga hingga mati

Hidup di dunia jangan serakah
Pada Yang Mengatur kita berserah
Hidup jangan suka berkeluh kesah
Terlebih bila hati gundah
Hidup di dunia hanya cobaan
Susah senang itu ujian
Yang bertahan yang punya rasa
Rasa syukur pada Yang Kuasa

Banyak tausiah hanya didengarkan
Sampai di rumah tak diamalkan
Banyak pengajian jadi obrolan
Bahkan menggunjing sesama teman

Saat berangkat nampaknya
Sampai tujuan hanya
Yang demkian cepat  ditobati
Takutlah siksa setelah mati

Pada Tuhan Yang Maha Ghafur
Mari minta berkahnya umur
Saat sempit jangan melantur
Karna semua ada Yang Mengatur

Rahmat Allah tak terukur
Subhanallah jangan sampai kufur
Shalat wajib harus teratur
Jangan sampai diundur-undur

Hidup sekali jangan salah langkah
Jangan lupa shalawat nariyah
Hidup sekali jangan suka keluh kesah
Apalagi saat hatinya susah

Kaya miskin semua bisa susah
Karena itu keadilah Allah
Lebih baik kita mengalah
Karena itu jadi ibadah
Ingat-ingatlah saudara
Hidup kita ada di dunia
Mengajilah penuh usaha
Sebelum kita meregang nyawa

Ingatlah jika sudah mati
Sudah waktunya tak terhindari
Berbusana kain mori
Jika pergi tak kembali

Kendaraannya hanya keranda
Beroda empat manusia
Tempatnya di dalam gua
Tiada bantal dan alasnya
Pengusir nyamuk pun tak ada

Digeletakkan tanpa daya
Sangat sempit ruangannya
Tanpa pintu tanpa jendela
Sendirian tak ada siapa

Ditutupi teralis kayu
Diurug tanah dan bunga layu
Jika di dunia tidak bertakwa
Pastilah kelak akan disiksa
Para tetangga pun bertandang
Menangisi sambil memandang
Dia itu imannya kurang
Karena itu ngajinya jarang


Doa umur panjang

Doa Mohon Umur Panjang, Sehat Selalu, Murah Rezeki dan Khusnul Khotimah

اَللَّهُمَّ طَوِّلْ عُمُورَنَا وَصَحِّحْ أَجْسَادَنَا وَنَوِّرْ قُلُوْبَنَا وَثَبِّتْ إِيْمَانَنَا وَأَحْسِنْ أَعْمَالَنَا وَوَسِّعْ أَرْزَقَنَا وَإِلَى الخَيْرِ قَرِّبْنَا اَبْعِدْنَا وَاقْضِ حَوَائِجَنَا وَعَنِ الشَّرِّ فِى الدِّيْنِ وَالدُّنْيَا وَالۤاخِرَةِ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيْرٌ

ALLAHUMMA THOWWIL UMUURONA, WA SHOHHIH AJSAADANA, WA NAWWIR QULUUBANA, WA SABBIT IIMAANANAA WA AHSIN A'MAALANAA, WA WASSI' ARZAQONAA, WA ILAL KHOIRI QORRIBNAA WA 'ANISY-SYARRI AB'IDNAA, WAQDHI KHAWAA-IJANA FIDDIINI WADDUNYAA WAL AAKHIRATI INNAKA 'ALAA KULLI SYAI-IN QODIIRUN
Artinya :
Ya Allah! Panjangkanlah umur kami, sehatkanlah jasad kami, terangilah hati kami, tetapkanlah iman kami, baikkanlah amalan kami, luaskanlah rezeki kami, dekatkanlah kami pada kebaikan dan jauhkanlah kami dari kejahatan, kabulkanlah segala kebutuhan kami dalam pada agama, dunia, dan akhirat. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.
اَللهُمَّ اِنَّا نَسْأَلُكَ سَلاَمَةً فِى الدِّيْنِ وَعَافِيَةً فِى الْجَسَدِ وَزِيَادَةً فِى الْعِلْمِ وَبَرَكَةً فِى الرِّزْقِ وَتَوْبَةً قَبْلَ الْمَوْتِ وَرَحْمَةً عِنْدَ الْمَوْتِ وَمَغْفِرَةً بَعْدَ الْمَوْتِ
ALLOOHUMMA INNAA NAS-ALUKA SALAAMATAN FID DIINI WA 'AAFIYATAN FIL JASADI WA ZIYAADATAN FIL 'ILMI WA BAROKATAN FIR RIZQI WA TAUBATAN QOBLAL MAUTI WA ROHMATAN 'INDAL MAUTI WA MAGHFIROTAN BA'DAL MAUTI
Artinya :
Ya Allah kami memohon kepadaMu keselamatan dalam agama, dan kesejahteraan/kesegaran pada tubuh dan penambahan ilmu, dan keberkahan rizqi, serta taubat sebelum mati dan rahmat di waktu mati, dan keampunan sesudah mati.


Doa awal tahun dan akhir tahun

Do’a Akhir dan Awal Tahun Hijriyah
DOA AKHIR TAHUN
Bismillaahir-rahmaanir-rahiim
Wa sallallaahu ‘ala sayyidinaa wa maulaanaa Muhammadiw wa ‘alaa aalihi wa sahbihii wa sallam.
Allaahumma maa ‘amiltu fi haazihis-sanati mimmaa nahaitani ‘anhu fa lam atub minhu wa lam tardahuu
wa lam tansahuu wa halimta ‘alayya ba’da qudratika ‘alaa uquubati wa da’autani ilattaubati minhu
ba’da jur’ati alaa ma’siyatika fa inni astagfiruka fagfirlii wa maa ‘amiltu fiihaa mimma tardaahu wa
wa’attani ‘alaihis-sawaaba fas’alukallahumma yaa kariimu yaa zal-jalaali wal ikraam,an tataqabbalahuu
minni wa laa taqta’ rajaa’i minkaa yaa kariim, wa sallallaahu ‘alaa sayyidinaa Muhammadiw wa ‘alaa ‘aalihii wa sahbihii wa sallam
Artinya:
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
Semoga Allah melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami nabi Muhammad SAW,
beserta para keluarga dan sahabatnya.
Ya Allah,segala yang telah ku kerjakan selama tahun ini dari apa yang menjadi larangan-Mu,sedang kami belum bertaubat,padahal Engkau tidak melupakannya dan Engkau bersabar (dengan kasih sayang-Mu), yang sesungguhnya Engkau berkuasa memberikan siksa untuk saya,dan Engkau telah mengajak saya untuk bertaubat sesudah melakukan maksiat.Karena itu ya Allah, saya mohon ampunan-Mu dan berilah ampunan kepada saya dengan kemurahan-Mu.
Segala apa yang telah saya kerjakan, selama tahun ini, berupa amal perbuatan yang Engkau ridhai
dan Engkau janjikan akan membalasnya dengan pahala, saya mohon kepada-Mu, wahai Dzat Yang Maha Pemurah, wahai Dzat Yang Mempunyai Kebesaran dan Kemuliaan,semoga berkenan menerima amal kami dan semoga Engkau tidak memutuskan harapan kami kepada-Mu, wahai Dzat Yang Maha Pemurah.
Dan semoga Allah memberikan rahmat dan kesejahteraan atas penghulu kami Muhammad,keluarga dan sahabatnya.
Amin yaa rabbal ‘alamin.
nb : Doa akhir tahun dibaca waktu Ashar, sesudah sholat Ashar.
DOA AWAL TAHUN
Bismillaahir-rahmaanir-rahiim
Wa sallallaahu ‘alaa sayyidinaa wa maulaanaa Muhammadiw wa ‘alaa ‘aalihi wa sahbihii wa sallam.
Allaahumma antal-abadiyyul-qadiimul-awwal, wa ‘alaa fadlikal-’azimi wa juudila-mu’awwali,wa hazaa ‘aamun jadidun qad aqbala nas’alukal ‘ismata fiihi minasy-syaitaani wa auliyaa’ihi wa junuudihi wal’auna ‘alaa haazihin-nafsil-ammaarati bis-suu’i wal-isytigaala bimaa yuqarribuni ilaika zulfa yaa zal-jalaali wal-ikraamin yaa arhamar-raahimiin, wa sallallaahu ‘alaa sayyidinaa wa maulaanaa Muhammadiw wa ‘alaa ‘aalihi wa ashaabihii wa sallam
Amin yaa rabbal ‘alamin
Artinya:
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga dan sahabatnya.
Ya Allah Engkaulah Yang Abadi, Dahulu, lagi Awal. Dan hanya kepada anugerah-Mu yang Agung dan Kedermawanan-Mu tempat bergantung.
Dan ini tahun baru benar-benar telah datang. Kami memohon kepada-Mu perlindungan dalam tahun ini dari (godaan) setan, kekasih-kekasihnya dan bala tentaranya.
Dan kami memohon pertolongan untuk mengalahkan hawa nafsu amarah yang mengajak pada kejahatan,agar kami sibuk melakukan amal yang dapat mendekatkan diri kami kepada-Mu wahai Dzat yang memiliki Keagungan dan Kemuliaan.
Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan
kami Nabi Muhammad SAW,beserta para keluarganya dan sahabatnya.
Amin yaa rabbal ‘alamin
NB : Doa ini dibaca setelah sholat maghrib







DOA AKHIR TAHUN HIJRIYAH dan DOA AWAL TAHUN HIJRIYAH
Doa akhir tahun dan awal tahun di bawah ini di ambil dari kitab Maslak al Akhyar susunan Habib Utsman bin Aqil bin Yahya .
DOA AKHIR TAHUN
(Doa Akhir Tahun ini dibaca antara setelah shalat Ashar sampai sebelum Maghrib di hari terakhir di bulan Dzulhijjah).
Sebaiknya doa ini dibaca bersama-sama di rumah, di masjid, di mushalla, atau di mana saja tempat-tempat yang baik. Seandainya tidak memungkinkan dibaca bersama-sama, tidak ada halangan untuk membacanya seorang diri. Barangsiapa membaca doa akhir tahun ini maka syaitan akan berkata “Hampalah kami disepanjang tahun ini Doa akhir tahun - (dibaca ba’da ashar di akhir tahun, 3 kali)
Bismillaahir rahmaanir rahiim. Alhamdulilahirabbil alamiin.
Washalallaahu ‘alaa sayyidinaa Muhammadin wa ‘alaa aalihii wa shahbihii wa salam.
Allahumma maa ‘amiltu fii haadzihis sanatilmimmaa nahaitanii ‘anhu falam atub minhu walam tardlahu walam tansahuu wahalimta ‘alayya ba’da qudratika ‘alaa ‘uquubatii wada’autanii ilattaubati minhu ba’da juratii ‘alaa ma’shiyatika fainnii astaghfiruka faghfirli. Wamaa ‘amiltu fiihaa mimmaa tardlaa-hu wawa’adtanii ‘alaihits tsawaaba fa as alukallaahumma yaa kariimu yaa dzal jalaa-li wal ikraami an tataqabbalaahu ‘alaa sayyidinaa Muhammadin nabiyyil ummiyyi wa 'alaa 'aalihi wa shahbihii wa sallam” (3x)
Artinya: Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Segala Puji bagi Allah, Tuhan seluruh Alam. Semoga Allah melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami nabi Muhammad SAW, beserta para keluarga dan sahabatnya. Ya Allah, segala yang telah ku kerjakan selama tahun ini dari apa yang menjadi larangan-Mu, sedang kami belum bertaubat, padahal Engkau tidak melupakannya dan Engkau bersabar (dengan kasih sayang-Mu), yang sesungguhnya Engkau berkuasa memberikan siksa untuk saya, dan Engkau telah mengajak saya untuk bertaubat sesudah melakukan maksiat. Karena itu ya Allah, saya mohon ampunan-Mu dan berilah ampunan kepada saya dengan kemurahan-Mu. Segala apa yang telah saya kerjakan, selama tahun ini, berupa amal perbuatan yang Engkau ridhai dan Engkau janjikan akan membalasnya dengan pahala, saya mohon kepada-Mu, wahai Dzat Yang Maha Pemurah, wahai Dzat Yang Mempunyai Kebesaran dan Kemuliaan, semoga berkenan menerima amal kami dan semoga Engkau tidak memutuskan harapan kami kepada-Mu, wahai Dzat Yang Maha Pemurah. Dan semoga Allah memberikan rahmat dan kesejahteraan atas penghulu kami Muhammad, keluarga dan sahabatnya. Amin yaa rabbal ‘alamin.






DOA AWAL TAHUN (dibaca ba’da maghrib di awal tahun, 3 kali) Bacalah doa ini tiga kali saat kita memasuki tanggal 1 Muharam. Bisa dilakukan selepas maghrib atau pun sesudahnya. Dengan doa ini kita sebagai Mu'min memohon kepada Allah SWT agar dalam memasuki tahun baru ini kita dapat meningkatkan amal kebajikan dan ketaqwaan.
Do'a Awal Tahun
Bismillaahir-rahmaanir-rahiim
Alhamdulillahirabbil alamiin. Wa shallallaahu 'alaa (sayyidinaa) Muhammadin asrofil mursaaliin wa 'alaa 'aalihi wa shahbihii ajmain.
Allaahumma antal-abadiyyul-qadiimul-awwalu, wa 'alaa fadhlikal-'azhimi wujuudikal-mu'awwali, wa haadza 'aamun jadidun qad aqbala ilaina nas'alukal 'ishmata fiihi minasy-syaithaani wa auliyaa'ihi wa junuudihi wal'auna 'alaa haadzihin-nafsil-ammaarati bis-suu'i wal-isytighaala bimaa yuqarribuni  ilaika zulfa yaa dzal-jalaali wal-ikram yaa arhamar-raahimin, wa sallallaahu 'alaa (sayyidina) Muhammadin wa ‘ alaa ‘ aalihi wa shahbihii wa sallam. Walhamdulillahirrablil alamiin
Artinya:

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga dan sahabatnya. Ya Allah Engkaulah Yang Abadi, Dahulu, lagi Awal. Dan hanya kepada anugerah-Mu yang Agung dan Kedermawanan-Mu tempat bergantung. Dan ini tahun baru benar-benar telah datang. Kami memohon kepada-Mu perlindungan dalam tahun ini dari (godaan) setan, kekasih-kekasihnya dan bala tentaranya. Dan kami memohon pertolongan untuk mengalahkan hawa nafsu amarah yang mengajak pada kejahatan, agar kami sibuk melakukan amal yang dapat mendekatkan diri kami kepada-Mu wahai Dzat yang memiliki Keagungan dan Kemuliaan. Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW, beserta para keluarganya dan sahabatnya. Dan Segala puji milik Allah, Tuhan seluruh alam. Amin yaa rabbal ‘alamin Semoga Allah SWT mengijabah doa-doa kita. Amin.

Aturan waktu mandi

3 WAKTU YANG DILARANG MANDI DAN WAKTU YANG DIANJURKAN
Mandi tidak hanya berfungsi membersihkan tubuh dari kotoran, tapi juga menyegarkan badan setelah lelah beraktivitas. Sayangnya ada sebagian orang yang kurang memahami pentingnya mandi sehingga mereka engan melakukannya dengan rutin. Padahal ada beberapa pepatah yang menyebutkan bahwa “bersih itu pangkal sehat”, ada pula dalam hadits yang menyebut “kebersihan sebagian daripada iman”. Yang artinya dengan menjaga kebersihan, sama artinya kita menjaga kesehatan dan juga keimanan. Selain memahami pentingnya mandi, ada satu hal lagi yang harus kita perhatikan, yakni waktu mandi. Kenapa demikian? Teryata ada beberapa waktu dimana kita dilarang mandi, karena dapat berisiko mengganggu kesehatan dalam jangka panjang. Kira-kira kapan waktu terlarang untuk mandi tersebut. Agar lebih jelasnya, simak informasinya berikut ini:
Waktu yang dilarang Mandi :
30 Menit Setelah Solat Ashar
Pada waktu ini, kondisi darah dalam tubuh sedang panas, sehingga jika kita mandi, maka adapat mengakibatkan rasa lelah dan letih.
Setelah Maghrib
Mandi setelah maghrib juga termasuk dilarang, karena kondisi jantung pada saat itu mulai lemah. Selain itu, mandi pada saat itu juga meningkatkan risiko penyakit paru-paru basah.
Sesudah Isya' hingga jam 12 malam
Sesudah isya’, merupakan waktu dimana jantung kita beristirahat. Mandi pada saat itu akan menyebabkan kerusakan jantung.
Lebih baik mencegah daripada mengobati, bukan? Nah, jika ada larangan waktu mandi karena dapat meningkatkan risiko penyakit, apakah kita masih mau mengambil risiko tersebut? Jika ada waktu yang dilarang untuk mandi, lalu kapankah waktu yang dianjurkan untuk mandi?
Waktu yang dianjurkan untuk mandi
Waktu yang dianjurkan mandi tentulah harus kita manfaatkan dengan baik, karena pasti mengandung manfaat tersendiri untuk tubuh.
Mandi pada waktu subuh maupun sebelum subuh
Mandi pada waktu itu sangat direkomendasikan, karena kandungan ozon dalam air lebih tinggi sehingga membuat badan lebih segar dan lebih awet muda.
Mandi pada waktu Ashar
Mandi setelah bangun tidur siang akan membuat tubuh lebih segar. Selain itu, mandi pada waktu ashar juga membuat kekebalan tubuh lebih meningkat sehingga kita tidak gampang terkena penyakit.
Jika tiba waktunya mandi, maka segerakan mandi dan jangan menunda-nunda hingga tiba waktu yang dilarang. Karena alangkah ruginya jika hanya karena keteledoran, lantas kita harus menanggung risiko kesehatan seumur hidup. Semoga bermanfaat.


Mandi wajib

Niat Mandi Wajib Dan Tata Caranya
Niat mandi besar atau mandi jinabat itu seperti niat-niat dalam ibadah yang lain, yaitu di dalam hati, adapun kalimat dan arti Doa Niat Mandi Wajib niatnya adalah sebagai berikut yang di kelompokan dalam tiga bahagian:
1. Jika mandi besar disebabkan junub mimpi basah, keluar mani, senggama maka niat mandi besarnya adalah
BISMILLAHI RAHMANI RAHIM NAWAITUL GHUSLA LIRAF’IL HADATSIL AKBAR MINAL JANABATI FARDLON LILLAHI TA’ALA
Artiya Dengan menyebut nama Allah aku niat mandi untuk menghilangkan hadats besar dari jinabah, fardlu karena Allah Ta’ala
2. Jika mandi besarnya disebabkan karena haid maka niat mandi besarnya adalah
BISMILLAHI RAHMANI RAHIM NAWAITUL GHUSLA LIRAF’IL HADATSIL AKBAR MINAL HAIDI FARDLON LILLAHI TA’ALA
Artinya Dengan menyebut nama Allah aku niat mandi untuk menghilangkan hadats besar dari haid, fardlu karena Allah Ta’ala
3. Jika mandi besarnya disebabab karena nifas, maka niat mandi besarnya adalah
BISMILLAHI RAHMANI RAHIM NAWAITU GHUSLA LIRAF’IL HADATSIL AKBAR MINAN NIFASI FARDLON LILLAHI TA’ALA
Artinya Dengan menyebut nama Allah aku niat mandi untuk menghilangkan hadats besar dari nifas, fardlu karena Allah Ta’ala
Adapun Tata Cara Mandi Wajib Mandi Junub sebagai berikut:
Mandi junub-besar harus diniatkan ikhlas semata karena Allah Ta’ala dalam rangka mentaatiNya dan beribadah kepadaNya semata.
Dalam mandi junub-jinabat-besar, harus dipastikan bahwa air telah mengenai seluruh tubuh sampaipun kulit yang ada di balik rambut yang tumbuh di manapun di seluruh tubuh kita. Karena itu siraman air itu harus pula dibantu dingan jari jemari tangan yang mengantarkan air itu ke bagian tubuh yang paling tersembunyi sekalipun.
Mandi junub-jinabat-besar dimulai dengan membasuh kedua telapak tangan sampai pergelangan tangan, masing-masing tiga kali dan cara membasuhnya dengan mengguyur kedua telapak tangan itu dengan air yang diambil dengan gayung. Dan bukannya dengan mencelupkan kedua telapak tangan itu ke bak air.
Setelah itu mengambil air dengan telapak tangan untuk mencuci kemaluan dengan telapak tangan kiri sehingga bersih.
Kemudian telapak tangan kiri itu digosokkan ke lantai atau ke tembok sebanyak tiga kali. Dan setelah itu dicuci dengan air.
Setelah itu berwudlu ‘sebagaimana cara berwudlu’ untuk shalat.
Kemudian mengguyurkan air di mulai dari pundak kanan terus ke kepala dan seluruh tubuh dan menyilang-nyilangkan air dengan jari tangan ke sela-sela rambut kepala dan rambut jenggot dan kumis serta rambut mana saja di tubuh kita sehingga air itu rata mengenai seluruh tubuh.
Kemudian bila diyakini bahwa air telah mengenai seluruh tubuh, maka mandi itu diakhiri dengan membasuh kedua telapak kaki sampai mata kaki.
Disunnahkan untuk tidak mengeringkan badan dengan kain handuk atau kain apa saja untuk mengeringkan badan itu.
Disunnahkan untuk melaksanakan mandi besar junub jinabat itu dengan tertib seperti yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa aalihi Wasallam.
Oleh Sheikh Abu Bakar Jabir Al-Jazairiy
Mandi wajib dimulai dengan mengucapkan bismillah, dan berniat untuk menghilangkan hadast besar,
Membersihkan kedua telapak tangannya tiga kali, kemudian bercebok.
Membersihkan kemaluannya, dan kotoran yang ada di sekitarnya.
Berwudhu seperti halnya orang yang berwudhu hendak shalat, kecuali kedua kakinya. Namun boleh membersikan kedua kakinya ketika berwudhu atau mengakhirkannya sampa selesai mandi.
Mencelupkan kedua telapak tangannya ke dalam air, lalu menyela-nyela pangkal rambut kepalanya dengan kedua telapak tangannya itu kemudian membersihkan kepalanya dan kedua telinganya tiga kali dengan tiga cidukan.
HR At-TIrmidzi Menyela pangkal rambut hanya khusus bagi laki-laki. Bagi perempuan, cukup dengan mengguyurkan pada kepalanya tiga kali guyuran, dan menggosoknya, tapi jangan mengurai membuka rambutnya yang di kepang, karena ada hadist yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dari Ummu Salamah yang bertanya kepada Rasulullah, Aku bertanya, wahai Rasulullah! Sesungguhnya aku ini perempuan yang sangat kuat jalinan rambut kepalanya, apakah aku boleh mengurainya ketika mandi junub (mandi besar)? Maka Rasulullah menjawab, Jangan, sebetulnya cukup bagimu mengguyurkan air pada kepalamu tiga kali guyuran.
Mengguyur tubuhnya yang sebelah kanan dengan air, membersihkannya dari atas sampai ke bawah, kemudian bagian yang kiri seperti itu juga berturut-turut sambil membersihkan bagian-bagian yang tersembunyi pusar, bawah ketiak, lutut, dan lainnya, dan diriwatkan Dari Ali bin Abi Thalib, bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa aalihi Wasallam telah bersabda:
Barangsiapa yang meningggalkan bagian tubuh yang harus di aliri air dalam mandi janabat walaupun satu rambut untuk tidak dibasuh dengan air mandi itu, maka akan diperlakukan kepadanya demikian dan demikian dari api neraka “. HR. Abu Dawud

Demikianlah ulasan mengenai mandi wajib, semoga artikel tata cara mandi wajib yang benar cara mandi bersih diatas adalah cara mandi wajib menurut islam, bisa bermanfaat bagi wanita dan pria yang ingin lebih tahu mengenai mandi wajib. Wassalam.