Senin, 28 Oktober 2019

Doa sesudah sholat

Kumpulan Doa Sesudah Sholat

Assalamu alaikum wr, wb, Berjumpa lagi dengan saya, pada kesempatan kali ini saya akan membagikan artikel kumpulan Doa setelah sholat, Sebenarnya kalau kita membahas Doa setelah sholat ini tentu sangat banyak sekali, Namun mungkin di artikel yang saya bagikan ini hanya sebagian kecil dari Doa-Doa yang ada, Akan tetapi mudah-mudahan doa yang saya bagikan ini bisa bermanfaat bagi teman-teman yang sedang membutuhkan Doa ini, Dengan Doa-Doa yang diperuntukkan dengan situasi dan kondisi, Dan teman-teman juga bisa memilih Doa mana saja yang akan teman-teman bacakan pada saat sesudah sholat, Berikut mari kita simak bersama-sama Bacaan Doa setelah Sholat Lengkap dengan arab dan latinnya di bawah ini...

Berikut Doa nya
Doa setelah sholat

Doa setelah sholat

"A'uudzu billaahiminasy syaitoonirrojiim, Bismillaahirrohmaanirrohiim, Alhamdulillaahirabbil aalamiin, hamdayyuwaafii ni amahu wa yukaafii maziidah. Yaa robbanaa lakalhamdu kamaa yambaghiilijalaali wajhikal kariimi wa azhiimi sulthaanik. Allaahumma sholli alaa sayyidinaa muhammadiw wa alaa aalisayyidinaa muhammad.

ARTINYA :

"Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk, dengan nama Allah yang maha pemurah lagi maha penyayang, segala puji bagi Allah tuhan seluruh alam, dengan pujian, yang sesuai dengan nikmat-nikamt nya dan memadai dengan penambahannya. wahai tuhan kami, hanya bagimu segala puji, sebagai mana pujian itu patut terhadap keagungan dan kemuliaanmu serta keluhuran kerajaanmu. Ya allah, limpahkanlah rahmat dan kesejahtraan kepada jungjungan kita nabi muhammad beserta keluarganya.

Doa yang berikutnya

Doa sesudah sholat 1.4


Doa sesudah sholat

"Allaahumma robbanaa taQobbal minnaa sholaatanaa wa shiyaamanaa warukuuanaa wasujudanaa wa Qu'uudanaa wa tadharru'anaa wa takhasysyu'anaa wa ta'abbudanaa watammimtaQshiiranaa yaa allaah yaa robbal aalamiin."

Artinya :
"Ya allah ya tuhan kami, terimalah sholat kami, puasa kami, rukun kami, sujud kami, duduk rebah kami, khusuk kami, pengabdian kami, dan sempurnakanlah kealapan kami dalam menunaikan kewajiban ya Allah, tuhan seluruh alam"
Doa yang berikutnya

Doa sesudah sholat 1.5

Doa sesudah sholat

"Allaahumma a'inna alaa dzikrika wasyukrika wahusni ibadatika"

Artinya :
"Ya allah, tolonglah kami untuk selalu mengingatmu dan mensyukuri rahmat dan nikmatmu, dan perbaikilah amal ibadah kami kepadamu"

Doa berikutnya

Doa sesudah sholat 1.6
Doa sesudah sholat
"Robbanaa zhalamnaa angfusanaa wa illam taghfirlanaa watarhammnaa lanakuunanna minal khoosiriin."
Artinya :
"Ya tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri, jika engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscahya kami termasuk orang-orang yang rugi".
Doa selanjutnya

Doa Setelah Sholat Lengkap
Doa Setelah Sholat
"Robbanaa laatu'aakhidznaa in nasiinaa au akhtha'naa. Robbanaa walaa tahmil alainaa ishron kamaa hamaltahuu alal ladziina mingQoblina. Robbanaa walaa tuhammilnaa maalaa thooQata lanaa bihii wafu annaa waghfirlanaa warhamnaa angta maulaanaa fangshurnaa alal Qaumil kaafiriin."
ARTINYA :
"Ya tuhan kami, janganlah engkau hukum kami jika kami lupa atau melakukan kesalahan. Ya tuhan kami, janganlah engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya tuhan kami, janganlah engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya, maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami, engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir.

Doa yang selanjutnya

Doa sesudah sholat 1.10
Doa sesudah sholat

"Allaahumma inna nas aluka salaamatan fiddiini, wa aafiatan filjasadi, waziyaadatan fil ilmi, wa barokatang firizQi, wataubatang Qoblal mauuti, warohmatan ingdal mauuti, wamaghfiratambadal mauuti, Allaahumma hawwin alainaa fiisakarootil mauuti, wanajaata minannaari, wal afwa ingdal hisaab"

Artinya :

"Ya allah, permohonan kami kepadamu semoga kami mendapat keselamatan agama, kesehatan jasmani, bertambahnya ilmu, keberkahan dalam razeki, tobat sebelum mati, mendapatkan rahmat ketika mati, dan memperoleh ampun setelah mati, ya allah, mudahkanlah (ringankanlah) sakaratul maut kami, bebaskanlah kami dari azab neraka, dan memperoleh ampunan ketika dihisab."

Doa yang selanjutnya

Doa sesudah sholat 1.11
Doa sesudah sholat

"Robbanaa latuzigh Quluubanaa bada idz hadaitanaa wahablanaa milladungka rohmatan innaka angtal wahhaab"
Artinya :

"Ya tuhan kami, janganlah engkau condongkan hati kami kepada kesesatan setelah engkau berikan petunjuk kepada kami, dan karuniailah kami rahmat dari sisimu, sesungguhnya engkau maha pemberi"

Doa yang selanjutnya

Doa sesudah sholat 1.12
Doa sesudah sholat

"Robbanaghfirlanaa wali waalidiinaa wali jamii'il muslimiina walmuslimaati wal mu'miniina walmu minaati al ahyaa'i minhum wal amwaat, innaka alaa kulli syai'ingQodiir."
Artinya :
Ya tuhan kami, ampunilah dosa kami dan dosa-dosa orang tua kami, dan bagi semua orang islam laki-laki dan perempuan, orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan, yang masih hidup dan yang sudah mati, sesungguhnya engkau zat yang maha kuasa atas segala galanya".
Doa yang selanjutnya

Doa sesudah sholat lengkap 1.13
Doa sesudah sholat

"Robbanaa hab lanaa min azwaajinaa wa dzurriyyaatinaa Qurrata a'yuniw waj'alnaa lil muttaQiina imaamaa"

Artinya :

"Ya tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami, dan keturunan kami sebagai menyenang hati kami, dan jadikan kami, pemimpin, bagi orang-orang yang bertaQwa"

Doa setelah sholat

Doa sesudah sholat 1.14
Doa sesudah sholat

"Robbanaa aatinaa fiddunyaa hasanataw Wafil aakhiroti hasanataw waQinaa adzaabannaar. Allahummaghfir lanaa dzunuubanaa wa kaffir annaa sayyi aatinaa wa tawaffanaa ma al abroor."

Artinya :

Ya tuhan kami, berilah kami kebahagiaan didunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka. Ya allah, ampunilah dosa kami dan tutupilah segala kesalahan kami, dan semoga jika kami mati nanti bersama-sama dengan orang-orang yang baik-baik"

Doa berikutnya

Doa sesudah sholat 1.15
Doa sesudah sholat

"Robbij alni muQiimash sholaati wamingdzurriyyatii robbanaa wataQobbal du'aa"

Artinya :

"Ya tuhanku, jadikan aku dan anak cucuku, yang tetap melaksanakan sholat, Ya tuhan ku, perkenankanlah Doa ku"

Doa yang berikutnya

Doa sesudah sholat 1.16
Doa sesudah sholat

"Wa adkhilnal jannata ma'al-abroor, yaa aziizu yaa ghofaaru yaa robbal aalaminn."

Artinya :

"Masukanlah kami kedalam surga bersama orang-orang yang berbuat baik, Wahai tuhan yang maha mulia, maha pengampun dan tuhan, yang menguasai seluruh alam."

Doa yang berikutnya

Doa sesudah sholat 1.17
Doa sesudah sholat

"Subhaana robbika robbil izzati ammaa yashifuun, wasalamun,alalmursaliina walhamdulillaahi robbil aalamiin."
Artinya :
"Maha suci tuhanmu, tuhan yang maha perkasa dari sifat yang mereka dikatakan. Dan selamat sejahtera bagi para rosul dan segala puji bagi Allah tuhan seluruh alam"

Nah teman-teman itulah doa sesudah sholat yang dapat saya bagikan, silahkan teman-teman pilih mau doa yang mana yang mau di amalkan, mau satu yang di amalkan bagus mau lebih dari satu yang di amalkan lebih bagus, apalagi kalau semuanya dibacakan, Nah untuk pertemuan kali ini saya cukupkan sampai disini dulu, jika teman-teman mempunyai bahan pertanyaan silahkan tuliskan di kolom komentar, atau teman temna bisa juga mengirimkan email dan juga bisa melalui fanpage facebook yang ada di bawah, Akhir kata saya ucapkan wasallam, oh ya jangan lupa baca juga doa qunut ya, agar wawasan kita lebih luas lagi.



Selasa, 30 Januari 2018

Tuntunan Shalat Gerhana

Tuntunan Sholat Gerhana


I.
 Pengertian Gerhana
Dalam literatur fiqh gerhana disebut Kusuf (كسوف) dan Khusuf (خسوف). Kedua kata tersebut bermakna sama, yakni gerhana. Namun kalangan Fuqaha’ memakai lafadz Kusuf (كسوف) untuk gerhana matahari (كسوف الشمس) dan lafadz Khusuf untuk gerhana rembulan (خسوف القمر).

Dalam istilah Fuqaha’ Kusuf adalah peristiwa hilangnya sinar matahari baik sebagian atau keseluruhan pada siang hari karena terhalang posisi rembulan yang melintas di antara matahari dan bumi. Sedangkan Khusuf adalah peristiwa hilangnya sinar rembulan baik sebagian atau keseluruhan karena terhalang bayangan bumi yang berada diantara matahari dan rembulan.

II. Hukum Shalat Gerhana
Para ulama fikih sepakat bahwa hukum shalat gerhana matahari/rembulan adalah sunnah mu’akkadah.

§  Dalil Alquran surat Fushshilat ayat 37

وَمِنْ آيَاتِهِ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ لَا تَسْجُدُوا لِلشَّمْسِ وَلَا لِلْقَمَرِ وَاسْجُدُوا لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَهُنَّ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ

“ Dan sebagian dari tanda-tanda kebesaran-Nya ialah malam, siang, matahari dan bulan. Janganlah bersujud kepada matahari dan jangan (pula) kepada bulan, tetapi bersujudlah kepada Allah yang menciptakannya jika kamu hanya menyembah kepada-Nya “

§  Dalil Hadits

عَنِ الْمُغِيْرَةِ بْنِ شُعْبَةَ قَالَ: كَسَفَتِ الشَّمْسُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَوْمَ مَاتَ إِبْرَهِيْمُ فَقَالَ النَّاسُ كَسَفَتِ الشَّمْسُ لِمَوْتِ إِبْرَاهِيْمَ فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ لاَ يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ فَإِذَا رَأَيْتُمْ فَصَلُّوا وَادْعُوا اللهَ

Dari Al-Mughir
ah bin Syu’bah telah berkata : Telah terjadi gerhana matahari pada zaman Rasulullah Sawpada wafatnya Ibrahim (putra Nabi Saw). Kemudian orang-orang berkata : “ Telah terjadi gerhana matahari karena wafatnya Ibrahim “. Maka Rasulullah Saw bersabda : “ Sesungguhnya matahari dan bulan tidak akan terjadi gerhana karena kematian seseorang dan tidak karena kelahiran seseorang, apabila kalian melihat maka shalatlah dan berdoalah kepada Allah “. (Muttafaq ‘alaih)

§  Aqwal Ulama

الفقه الإسلامي وأدلته (2/ 545
صلاة الكسوف والخسوف سنة  ثابتة مؤكدة باتفاق الفقهاء

“ (Hukum) shalat gerhana matahari dan shalat gerhana rembulan adalah sunnah mu’akkadah dengan kesepakatan para ahli fikih “ (al-Fiqh al-Islami 2/545)

والقسم الثاني ما تسن فيه الجماعة…. إلى أن قال ….. (و) صلاة (الكسوفين)  أى كسوف الشمس والقمر.
(إعانة الطالبين 1/301)

“ Bagian kedua dari pembagian shalat sunnah adalah shalat sunnah yang disunnahkan dilakukan secara berjamaah …….. dan shalat dua gerhana, yakni shalat gerhana matahari dan shalat gerhana rembulan “ (I’anah al-Thalibin 1/301)

III. Tata Cara Melakukan Shalat Gerhana
1. Waktu
Waktu pelaksanaan shalat gerhana sejak terjadi gerhana hingga matahari/rembulan muncul kembali. Apabila matahari/rembulan sudah muncul kembali maka waktu pelaksanaan shalat gerhana sudah habis dan tidak disunnahkan qadla’.

2. Mandi
Disunnahkan mandi sebelum melakukan shalat gerhana sebagaimana shalat jum’ah dan shalat ied

3. Berjamaah
Disunnahkan melakukan shalat gerhana secara berjamaah di Masjid

4. Adzan
Tidak disunnahkan adzan dan iqamah, tetapi mengumandangkan kalimat : الصلاة جامعة (as-shalaatu jaami’ah) sesaat sebelum melakukan shalat gerhana.

5. Rakaat
Jumlah rakaat shalat gerhana adalah 2 (dua) rakaat. Setiap rakaat terdapat 2 (dua) kali berdiri dan 2 (dua) kali ruku’. Ketika berdiri terdapat 2 (dua) kali membaca fatihah dan 2 (dua) kali membaca surat.

6. Jahr/ Israr
Dalam shalat gerhana matahari disunnahkan memelankan bacaan (israr) sebagaimana shalat yang dikerjakan pada siang hari, sedangkan dalam shalat gerhana rembulan disunnahkan mengeraskan bacaan (jahr).

7. Khutbah
Disunnahkan melakukan 2 (dua) khutbah setelah shalat gerhana sebagaimana khutbah shalat jum’ah dan khutbah ied dalam rukun-rukunnya.

8. Disunnahkan memperbanyak dzikir, doa, istighfar dan sedekah.

IV. Teknis Melakukan Shalat Gerhana
Teknis shalat gerhana berikut ini berdasarkan pendapat Jumhur (mayoritas) ulama.

1. Niat shalat sunnah gerhana berbarengan dengan takbiratul ihram
أُصَلِّى سُنَّةَ كُسُوفِ الشَّمْسِ / سُنَّةَ خُسُوْفِ القَمَرِ رَكْعَتَيْنِ مَأْمُوْمًا / إِمَامًا لِله تعَالى

2. Membaca doa iftitah
اَللهُ اَكْبَرْ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ للهِ كَثِيْرً وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً. إنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِيَ للذِيْ فَطَرَالسَّمَوَاتِ وَاْلآَرْضَ حَنِيِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ. إِنَّ صَلاَتِيْ وَنُسُكِيْ وَمْحْيَايَ وَمَمَاتِيْ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ
3. Membaca surat al-fatihah
4. Membaca surah. Jika mampu membaca surat panjang, seperti surat al-Baqarah atau surat lain yang panjangnya sama dengan surat al-Baqarah. Jika tidak mampu maka membaca surat pendek.
5. Ruku’ pertama pada berdiri pertama. Jika mampu ruku’ pertama pada berdiri pertama dilakukan secara panjang dengan mengulang-ulang bacaan tasbih kadar 100 ayat dari surat al-Baqarah.
6. Kembali berdiri untuk membaca surat al-fatihah yang kedua
7. Membaca surah. Jika mampu membaca surat panjang seperti surat Ali Imron atau surat lain yang panjangnya sama dengan surat Ali Imron. Jika tidak mampu maka membaca surat pendek.
8. Ruku’ kedua pada berdiri pertama. Jika mampu ruku’ kedua pada berdiri pertama dilakukan secara panjang dengan mengulang-ulang bacaan tasbih kadar 80 ayat dari surat al-Baqarah.
9. Sujud secara panjang/lama dengan mengulang-ulang bacaan tasbih sujud
10. Duduk diantara dua sujud
11. Sujud kedua secara panjang/lama dengan mengulang-ulang bacaan tasbih sujud
12. Berdiri untuk melakukan rakaat kedua
13. Membaca surat al fatihah
14. Membaca surah. Jika mampu membaca surat-surat panjang seperti surat an-Nisa’ atau surat lain yang panjangnya sama. Jika tidak mampu maka membaca surat pendek.
15. Ruku’ pertama pada berdiri kedua. Jika mampu ruku’ pertama pada berdiri kedua dilakukan secara panjang dengan mengulang-ulang bacaan tasbih kadar 70 ayat dari surat al-Baqarah.
16. Kembali berdiri untuk membaca surat al-fatihah yang kedua
17. Membaca surah. Jika mampu membaca surat-surat panjang seperti surat al-Maidah atau surat lain yang panjangnya sama. Jika tidak mampu maka membaca surat pendek.
18. Ruku’ kedua pada berdiri kedua. Jika mampu ruku’ kedua pada berdiri kedua dilakukan secara panjang dengan mengulang-ulang bacaan tasbih kadar 50 ayat dari surat al-Baqarah.
19. Sujud secara panjang/lama dengan mengulang-ulang bacaan tasbih sujud.
20. Duduk di antara dua sujud
21. Sujud kedua secara panjang/lama dengan mengulang-ulang bacaan tasbih sujud
22. Tahiyyat
23. Salam

V.   Khutbah
Disunnahkan melakukan khutbah setelah shalat gerhana dengan 2 (dua) khutbah. Adapun rukun-rukun khutbah gerhana sebagaimana rukun khutbah jumat dan khutbah ied.

Daftar Bacaan : 
1. Tafsir al-Qurthubi
2. I’anah al-Thalibin
3. Al-Fiqh al-Islami
4. Al-Fiqh ala al –Madzahib al-Arba’ah

Disusun : Lembaga Bahtsul Masail (LBM) NU Jepara 2016

Tata cara Sholat Gerhana

(via viata-libera.com)
Hafiz, NU Online | Ahad, 28 Januari 2018 08:02
Gerhana bulan dalam bahasa Arab disebut “khusuf”. Saat terjadi fenomena gerhana bulan kita dianjurkan untuk mengerjakan shalat sunah dua rakaat atau shalat sunah khusuf. Shalat sunah ini terbilang sunah muakkad.

و) القسم الثاني من النفل ذي السبب المتقدم وهو ما تسن فيه الجماعة صلاة (الكسوفين) أي صلاة كسوف الشمس وصلاة خسوف القمر وهي سنة مؤكدة

Artinya, “Jenis kedua adalah shalat sunah karena suatu sebab terdahulu, yaitu shalat sunah yang dianjurkan untuk dikerjakan secara berjamaah yaitu shalat dua gerhana, shalat gerhana matahari dan shalat gerhana bulan. Ini adalah shalat sunah yang sangat dianjurkan,” (Lihat Syekh Nawawi Banten, Nihayatuz Zein, Bandung, Al-Maarif, tanpa keterangan tahun, halaman 109).

Secara umum pelaksanaan shalat gerhana matahari dan shalat gerhana bulan diawali dengan shalat sunah dua rakaat dan setelah itu disusul dengan dua khutbah seperti shalat Idul Fitri atau shalat Idul Adha di masjid jami. Hanya saja bedanya, setiap rakaat shalat gerhana bulan dilakukan dua kali rukuk. Sedangkan dua khutbah setelah shalat gerhana matahari atau bulan tidak dianjurkan takbir sebagaimana khutbah dua shalat Id.

Jamaah shalat gerhana bulan adalah semua umat Islam secara umum sebagai jamaah shalat Id. Sedangkan imamnya dianjurkan adalah pemerintah atau naib dari pemerintah setempat.

Sebelum shalat ada baiknya imam atau jamaah melafalkan niat terlebih dahulu sebagai berikut:

أُصَلِّي سُنَّةَ الخُسُوفِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامً/مَأمُومًا لله تَعَالَى

Ushallî sunnatal khusûf rak‘ataini imâman/makmûman lillâhi ta‘âlâ

Artinya, “Saya shalat sunah gerhana bulan dua rakaat sebagai imam/makmum karena Allah SWT.”

Adapun secara teknis, shalat sunah gerhana bulan adalah sebagai berikut:
1. Niat di dalam hati ketika takbiratul ihram.

2. Mengucap takbir ketika takbiratul ihram sambil niat di dalam hati.

3. Baca taawudz dan Surat Al-Fatihah. Setelah itu baca Surat Al-Baqarah atau selama surat itu dibaca dengan jahar (lantang).

4. Rukuk dengan membaca tasbih selama membaca 100 ayat Surat Al-Baqarah.

5. Itidal, bukan baca doa i’tidal, tetapi baca Surat Al-Fatihah. Setelah itu baca Surat Ali Imran atau selama surat itu.

6. Rukuk dengan membaca tasbih selama membaca 80 ayat Surat Al-Baqarah.

7. Itidal. Baca doa i’tidal.

8. Sujud dengan membaca tasbih selama rukuk pertama.

9. Duduk di antara dua sujud

10.Sujud kedua dengan membaca tasbih selama rukuk kedua.

11.Duduk istirahat atau duduk sejenak sebelum bangkit untuk mengerjakan rakaat kedua.

12.Bangkit dari duduk, lalu mengerjakan rakaat kedua dengan gerakan yang sama dengan rakaat pertama. Hanya saja bedanya, pada rakaat kedua pada diri pertama dianjurkan membaca surat An-Nisa. Sedangkan pada diri kedua dianjurkan membaca Surat Al-Maidah.

13.Salam.

14.Imam atau orang yang diberi wewnang menyampaikan dua khutbah shalat gerhana dengan taushiyah agar jamaah beristighfar, semakin takwa kepada Allah, tobat, sedekah, memerdedakan budak (pembelaan terhadap kelompok masyarakat marjinal), dan lain sebagainya.

Apakah boleh dibuat dalam versi ringkas? Dalam artian seseorang membaca Surat Al-Fatihah saja sebanyak empat kali pada dua rakaat tersebut tanpa surat panjang seperti yang dianjurkan? Atau bolehkah mengganti surat panjang itu dengan surat pendek setiap kali selesai membaca Surat Al-Fatihah? Boleh saja. Ini lebih ringkas seperti keterangan Syekh Ibnu Sayyid Muhammad Syatha Ad-Dimyathi dalam I’anatut Thalibin berikut ini.

ولو اقتصر على الفاتحة في كل قيام أجزأه، ولو اقتصر على سور قصار فلا بأس. ومقصود التطويل دوام الصلاة إلى الانجلاء

Artinya, “Kalau seseorang membatasi diri pada bacaan Surat Al-Fatihah saja, maka itu sudah memadai. Tetapi kalau seseorang membatasi diri pada bacaan surat-surat pendek setelah baca Surat Al-Fatihah, maka itu tidak masalah. Tujuan mencari bacaan panjang adalah mempertahankan shalat dalam kondisi gerhana hingga durasi gerhana bulan selesai,” (Lihat Syekh Ibnu Sayyid Muhammad Syatha Ad-Dimyathi, I’anatut Thalibin, Beirut, Darul Fikr, 2005 M/1425-1426 H, juz I, halaman 303).

Selagi gerhana bulan berlangsung, maka kesunahan shalat dua rakaat gerhana tetap berlaku. Sedangkan dua khutbah shalat gerhana bulan boleh tetap berlangsung atau boleh dimulai meski gerhana bulan sudah usai. Demikian tata cara shalat gerhana bulan berdasarkan keterangan para ulama. Wallahu a’lam. (Alhafiz K)

Kamis, 07 Desember 2017

Doa Kafaratul Majelis

Teks Bacaan Doa pada kesempatan kali ini akan berbagi sebuah bacaan doa yaitu "Doa Kafaratul Majlis" atau biasa kita ketahui dengan Doa Penutup Majlis. Mungkin diantara pembaca sudah sudah mengetahui bahkan hafal dengan doa do'a Kafaratul Majlis. Tapi,,,bagi pembaca yang belum mengetahui doa ini , tidak ada salahnya kami untuk menuliskannya kembali doa ini supaya bisa dibaca ketika lupa.

Doa kafaratul majelis adalah suatu amalan yang sangat mudah dan ringan dikerjakan,tidak membutuhkan tenaga dan waktu yang banyak.Namun dengan kemudahan yang demikian , Allah memberikan balasan yang besar,yaitu berupa pengampunan yang menyeluruh atas segala perkataan dalam majelis karena dari sekian banyak majlis, kadang di dalamnya mengandung pembicaraan yang tidak berguna, perkataan kotor, menjelekkan orang lain dan sebagainya. Dengan doa kafaratul majlis ini, dapat menghapuskan segala kesalahan dan segala yang tidak berguna dalam majlis tersebut,bacaan kafaratul majlis ini di ucapkan ketika hendak beranjak dari majlis.
Abu Hurairah r.a berkata.Rasulullah saw bersabda :
" Barangsiapa yang berada pada suatu majlis, kemudian pada majlis tersebut tedapat banyak perkataan yang tidak berguna, lalu sebelum beranjak meninggalkan majlis, mengatakan hal yang ini (Kaffaratul Majlis) , ' Mahasuci Engkau ya Allah  dan segala puji bagi-Mu, aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau,,aku memohon ampun pada-Mu.' Kecuali telah diampuni baginya apa yang ada pada majlis tersebut. " (HR Tirmidzi)
Berikut ini doa kafaratul majlis :

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ

“Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allailahailla anta astaghfiruka wa’atubu ilaik”

Artinya:
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada tiada Tuhan melainkan Engkau, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.” (HR. Tirmidzi, Shahih)

Itulah Doa Kafaratul Majelis Arab, Latin dan Terjemahannya. Dengan kita membaca doa setelah Doa Kafaratul Majelis ini mudah-mudahan Allah SWT memberikan ampunan bagi kita semua. Aamin.

Sabtu, 02 Desember 2017

Perzinahan

ZINAH
Bahwa yang dimaksud dengan zinah adalah persetubuhan yang dilakukan oleh laki-laki atau perempuan yang telah kawin dengan perempuan atau laki-laki yang bukan isteri atau suaminya. Supaya masuk pasal ini, maka persetubuhan itu harus dilakukan dengan suka sama suka, tidak boleh ada paksaan dari salah satu pihak (pasal 284 KUHP).  Jadi untuk bisa masuk pidana menurut pasal 284 KUHP harus memenuhi unsur-unsur  a) Salah satu pihak telah menikah sah. (b) Adanya persetubuhan atas dasar suka sama suka. Unsur pasal ini menekankan bahwa persetubuhan sudah harus benar-benar terjadi. Perbedaan persetubuhan dalam pidana perzinahan dan pidana pemerkosaan adalah, dalam pidana perzinahan terjadinya persetubuhan oleh karena suka sama suka. Sedangkan dalam pidana pemerkosaan, terjadinya persetubuhan oleh karena tidak disukai oleh salah satu pihak dan diikuti dengan adanya ancaman kekerasan. (c) Harus ada pengaduan dari suami/ istri yang menjadi korban/dirugikan. Unsur ini menggambarkan bahwa pidana perzinaan sebagai sebuah delik aduan yang absolut, tidak dapat dituntut apabila tidak ada pengaduan dari suami/ istri yang menjadi korban/dirugikan. Bila dari ketiga unsur tersebut, salah satu tidak terpenuhi, maka sudah pasti seseorang tidak dapat diproses sebagai pelaku tindak pidana perzinahan. Namun, jika terbukti, pelaku perzinahan bisa dihukum dengan pidana penjara paling lama 9 bulan. Namun yang menjadi catatan adalah tindak pidana yang diatur pasal ini adalah delik aduan yang absolut, artinya pelaku tidak dapat dituntut apabila tidak ada pengaduan dari pihak suami atau istri yang dirugikan. Meskipun demikian, ada lagi pengecualian. Pengaduan dimaksud tetap dapat dicabut asalkan selama perkara ini belum diperiksa di muka persidangan. Pasal ini melegalkan apabila seseorang baik laki-laki maupun perempuan yang belum menikah untuk berbuat zinah. Pasalnya yang dapat dijerat dengan pasal ini ialah orang yang sudah menikah saja, sedangkan untuk orang yang belum menikah tidak dapat dikenakan pasal ini. Selain itu menurut pasal 284 KUHP perzinahan adalah termasuk delik aduan absolut yang tidak memungkinkan perbuatan itu dipidana jika tidak ada yang mengadukan dari pihak yang dirugikan (suami atau istri yang dikhianati pasangannya) dan selama perkara itu belum diperiksa dimuka pengadilan, maka pengaduan itu dapat ditarik kembali. Bukanlah dikatakan zinah apabila perzinahan itu dilakukan dengan paksaan (pasal 285 KUHP), persetubuhan dengan perempuan dalam keadaan pingsan atau tidak berdaya (pasal 286 KUHP) dan persetubuhan dengan perempuan yang belum cukup umur lima belas tahun (pasal 287 KUHP).

Kamis, 22 Juni 2017

Bedanya Zakat, Infaq dan Shodaqoh

Bedanya Zakat, Infaq dah Shodaqoh
Zakat adalah kewajiban harta yang spesifik, memiliki syarat tertentu, alokasi tertentu dan waktu tertentu. Zakat memiliki kekhususan yang berbeda dengan infak atau shadaqah. Seperti zakat fitrah yang dilaksanakan hanya setahun sekali menjelang hari raya Idhul Fitri. Semua dana zakat baik itu zakat penghasilan, zakat perdagangan, zakat pertanian dan zakat yang lainnya merupakan dana terikat yang yang alokasi dan distribusinya hanya diberikan kepada delapan asnaf (golongan) yang disebutkan dalam surat At-Taubah: 60
“Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.”
Oleh karena itu dana zakat tidak boleh diberikan kepada sembarang orang, kecuali kalau penerima dana tersebut termasuk dari delapan asnaf tadi.
Adapun infak yaitu mengeluarkan atau membelanjakan harta yang mencakup zakat dan non-zakat. Infak ada yang wajib ada yang sunnah. Infak wajib diantaranya kafarat, nadzar, zakat dll. Infak sunnah diantaranya infak kepada fakir miskin sesama muslim, infak bencana alam dll. Berbeda dengan zakat, dana infak dapat diberikan kepada siapapun meskipun tidak termasuk dalam delapan asnaf. Adapaun balasan bagi orang yang berinfak dan bershadaqah antara lain disebutkan seperti di hadist ini:
Dari Abu Huraira radhiyallahuanhu, ia berkata : “Rasulullah SAW bersabda: “Siapa yang bersedekah dengan sebiji korma yang berasal dari usahanya yang halal lagi baik (Allah tidak menerima kecuali dari yang halal lagi baik), maka sesungguhnya Allah menerima sedekah tersebut dengan tangan kanan-Nya kemudian Allah menjaga dan memeliharnya untuk pemiliknya seperti seseorang di antara kalian yang menjaga dan memelihara anak kudanya. Hingga sedekah tersebut menjadi sebesar gunung.” -Muttafaq’alaih.
Shadaqah maknanya lebih luas dari zakat dan infak. Shadaqah dapat bermakna infak, zakat dan kebaikan non-materi. Dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah saw memberi jawaban kepada orang-orang miskin yang cemburu terhadap orang kaya yang banyak bershadaqah dengan hartanya, beliau bersabda:
“Setiap tasbih adalah shadaqah, setiap takbir shadaqah, setiap tahmid shadaqah, setiap tahlil shadaqah, amar ma’ruf shadaqah, nahi munkar shadaqah dan menyalurkan syahwatnya pada istri juga shadaqah”.
Termasuk juga menurut Hadis Nabi, senyum yang tulus ikhlas dan kata-kata yang baik itu sebagai satu bentuk shadaqah. Demikian pula memberikan kebahagiaan kepada orang lain dalam bentuk apapun yang diridhai Allah adalah perbuatan shadaqah. Dengan demikian secara umum shadaqah bermakna semua kebajikan atau kebaikan yang mengharap ridlo Allah SWT.
Mudah-mudahan bermanfaat. Wallahu a’lam bishawwab.