Susuna Acara Maulid Nabi Muhammad SAW 1433 H
Ikatan Pengajian Remaja Al-Hikmah (IKRA)
Assalamualaikum Wr. Wb.
Alhamdulillahirobbil ‘alamin wabihinasta’in wa’ala umuriddunya waddin, wassholaatuwassalamu’ala asrofil anbiyaai walmursalin wa’ala aalihi wassohbihi ajmain ammal ba’du....
Robbi sohri sodri wayasirli amri, wahlul uktadatam millisaani yapkhohu kouli...
Yang kami hormati akhinal qirom Guru kita bersam Bpk. K.H. Drs. Abdul Halim Al-qorny yang dari bogor, Guru pembimbing pengajian Al-Hikmah, yakni Bpk. Al-ust. Ramlih dan Bpk. Ust. H. Asmawih, yang kami hormati Ketua DKM Masjid Jamie Al-ikhlas Bpk. Drs. H. Mukhtar, M.Ag, yang terhormat Kepala Desa Cilebut Barat Bpk. Muhadi, yang kami hormati Ketua RW 07 Bpk. Sa’alih Dan seluruh Ketua RT. 01 sampai dengan ketua RT.07 Kp. Batu Gede. Serta kepada bapak-bapak , ibu-ibu para pemuda beserta seluruh jama’ah yg kami banggakan.
Puji serta Syukur sudah sepatutunya kita panjatkan kehadirat allah SWT. marilah kita bersama-sama berterima kasih kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, karena dengan rahmat-Nyalah kita semua bisa hadir bersama-sama di tempat ini dalam keadaan sehat walafiat.
Shalawat Serta salam semoga selalu tersanjungkan kepada junjungan alam, Nabi besar Muhammad SAW.
Atas nama panitia kami menyampaikan terima kasih kepada hadirin, yang telah dengan tulus \ ikhlas menyempatkan diri menghadiri undangan kami dalam rangka bersama-sama memperingati hari besar Islam Maulid Nabi Muhammad SAW 1433H, Dengan rasa cinta yang bermuara pada keikhlasan, Semoga amal baik Bapak-bapak, Ibu-ibu dan hadirin semuanya mendapatkan balasan pahala amal kebaikan dari allah SWT. Aminn ya robbal alamin...!!!
Hadirin yang kami muliakan, Setelah tadi kita sama-sama menyaksikan penampilan seni islam hajjir marawis yang ditampilkan oleh tim hajjir marwis As-shobwah, segera saja kami bacakan susunan acara hari ini. Akan tetapi alangkah lebih baiknya sebelum acara ini kami bawakan kita awali dengan membacakan 1 buah surotul Fatihah... al-fatihah.....
Adapun susunan acara sebagai berikut :
1. Pembukaan
2. Pembacaan Ayat Suci Alqur’an
3. Pelantunan Shalawat
4. Sambutan - Sambutan
5. Pembacaan al-qur’an
6. Ceramah Agama
7. Pembacaan doa
8. Penutup
Demikianlah susunan acara tersebut, selanjutnya marilah kita sama-sama masuk ke acara berikutnya, yakni acara kedua Pembacaan Ayat Suci Al-qur’an yang akan dibacakan oleh Sdr. Edi Suharsono. Kepadanya kami persilahkan untuk dapat menaiki panggung...
***** ACARA PEMBACAAN AL-QURAN *****
Shodaqallahul adzim... Demikian tadi pembacaan alqur’an yg telah dibacakan oleh Sdr. Edi Suharsono.. Mudah-mudahan kita selalu mendapatkan lindungan dari allah SWT. Khususnya bagi yang membaca dan umumnya bagi kita semua yang mendengarkan.. Hadirin sekalin yang kami hormati.. meningkat acara selanjutnya yaitu pembacaan shalawat yang akan dbawakan oleh sdri. Apri dan kawan-kawan... kepada kamipersilahkan..!!
***** ACARA PEMBACAAN SHALAWAT *****
Sollu alaih... demikian tadi pembacaan shalawat, mudah-mudahan kita selalu mensapatkan syfa’at dan rahmat dari baginda nabi muhammad rosulullah SAW. hadirin yang kami muliakan, tibalah sekarang acara berikutnya, yakni sambutan-sambutan. Sambutan pertama ialah dari Ketua Panitia Peringatan Hari besar Islam Maulid Nabi Muhammad SAW 1433H yang merupakan sekaligus ketua pengajian remaja alhikmah.. Untuk itu kami persilahkan kepada Sdr. Mahudi
***** SAMBUTAN BAPAK KETUA PANITIA *****
Demikian Tadi sambutan dari ketua panitia PHBI sekaligus ketua pengajian Al-hikmah. acara berikutnya ialah sambutan yang ke-2 yang berasal dari Ketua DKM Masjjid Jamie Al-ikhlas. Bpk. Drs. H. Mukhtar, M.Ag Untuk itu segera kami berikan kesempatan ini kepada yg terhormat Bapk.Drs. H. Mukhtar untuk dapat menaiki panggung!
***** SAMBUTAN BAPAK KKETUA DKM *****
Demikian hadirin sambutan Bapak Kepala Desa Palangrejo, semoga kita semuanya mampu melaksanakan semua himbauan yang disampaikan Bapak Lurah tadi. Terima kasih Bapak Haji Imron. Hadirin yang kami hormati, acara berikutnya ialah pembagian hadiah. Pembagian hadiah ini merupakan hasil lomba yang diselenggarakan oleh adik-adik kita Karang Taruna, yang dengan sukses ikut partisipasi secara aktif memeriahkan peringatan ulang tahun kemerdekaan ini. Untuk itu acara berikut kami serahkan sepenuhnya kepada adik Irawan Marsyidi, ialah pembagian hadiah kepada para pemenang lomba. Adik Irawan kami persilahkan!
***** ACARA PEMBAGIAN HADIAH OLEH KARANG TARUNA *****
Acara demi acara telah kita lampaui. Sebelum menuju ke arah puncak, baiklah kita ikuti dahulu acara pembacaan doa, yang dalam hal ini akan dipimpin oleh Bapak Modin selaku sesepuh desa. Untuk itu yang kami hormati Bapak H. Mohammad Syaifullah kami persilahkan!
***** ACARA PEMBACAAN DOA *****
Terima kasih, Bapak H. Mohammad Syaifullah. Hadirin yang kami hormati, tibalah sekarang pada acara yang kita tunggu-tunggu bersama, ialah acara hiburan yang akan ditampilan oleh adik-adik remaja desa kita. Untuk itu kami persilahkan hadirin mengikutinya sambil duduk santai dan menikmati hidangan yang telah kami sediakan. Sepenuhnya acara ini segera saja kami serahkan kepada pemandu acara Saudara kita Irfan Mursyid.
Atas nama panitia, kami mohon maaf jika seluruh acara malam ini masih belum sempurna. Dalam kesempatan terakhir ini sekali lagi kami mengucapkan terima kasih kepada hadirin. Semoga puas dan berbahagia menikmati acara malam ini. Untuk acara hiburan, inilah Saudara Edy Manan. Kami persilahkan! Wabillahi taufiq wal hidayah,
Wassalamualaikum Wr. Wb.
Dalam literatur fiqh gerhana disebut Kusuf (كسوف) dan Khusuf (خسوف). Kedua kata tersebut bermakna sama, yakni gerhana. Namun kalangan Fuqaha’ memakai lafadz Kusuf (كسوف) untuk gerhana matahari (كسوف الشمس) dan lafadz Khusuf untuk gerhana rembulan (خسوف القمر).
Dalam istilah Fuqaha’ Kusuf adalah peristiwa hilangnya sinar matahari baik sebagian atau keseluruhan pada siang hari karena terhalang posisi rembulan yang melintas di antara matahari dan bumi. Sedangkan Khusuf adalah peristiwa hilangnya sinar rembulan baik sebagian atau keseluruhan karena terhalang bayangan bumi yang berada diantara matahari dan rembulan.
II. Hukum Shalat Gerhana
Para ulama fikih sepakat bahwa hukum shalat gerhana matahari/rembulan adalah sunnah mu’akkadah.
§ Dalil Alquran surat Fushshilat ayat 37
وَمِنْ آيَاتِهِ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ لَا تَسْجُدُوا لِلشَّمْسِ وَلَا لِلْقَمَرِ وَاسْجُدُوا لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَهُنَّ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ
“ Dan sebagian dari tanda-tanda kebesaran-Nya ialah malam, siang, matahari dan bulan. Janganlah bersujud kepada matahari dan jangan (pula) kepada bulan, tetapi bersujudlah kepada Allah yang menciptakannya jika kamu hanya menyembah kepada-Nya “
§ Dalil Hadits
عَنِ الْمُغِيْرَةِ بْنِ شُعْبَةَ قَالَ: كَسَفَتِ الشَّمْسُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَوْمَ مَاتَ إِبْرَهِيْمُ فَقَالَ النَّاسُ كَسَفَتِ الشَّمْسُ لِمَوْتِ إِبْرَاهِيْمَ فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ لاَ يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ فَإِذَا رَأَيْتُمْ فَصَلُّوا وَادْعُوا اللهَ
Dari Al-Mughirah bin Syu’bah telah berkata : Telah terjadi gerhana matahari pada zaman Rasulullah Sawpada wafatnya Ibrahim (putra Nabi Saw). Kemudian orang-orang berkata : “ Telah terjadi gerhana matahari karena wafatnya Ibrahim “. Maka Rasulullah Saw bersabda : “ Sesungguhnya matahari dan bulan tidak akan terjadi gerhana karena kematian seseorang dan tidak karena kelahiran seseorang, apabila kalian melihat maka shalatlah dan berdoalah kepada Allah “. (Muttafaq ‘alaih)
§ Aqwal Ulama
الفقه الإسلامي وأدلته (2/ 545
صلاة الكسوف والخسوف سنة ثابتة مؤكدة باتفاق الفقهاء
“ (Hukum) shalat gerhana matahari dan shalat gerhana rembulan adalah sunnah mu’akkadah dengan kesepakatan para ahli fikih “ (al-Fiqh al-Islami 2/545)
والقسم الثاني ما تسن فيه الجماعة…. إلى أن قال ….. (و) صلاة (الكسوفين) أى كسوف الشمس والقمر.
(إعانة الطالبين 1/301)
“ Bagian kedua dari pembagian shalat sunnah adalah shalat sunnah yang disunnahkan dilakukan secara berjamaah …….. dan shalat dua gerhana, yakni shalat gerhana matahari dan shalat gerhana rembulan “ (I’anah al-Thalibin 1/301)
III. Tata Cara Melakukan Shalat Gerhana
1. Waktu
Waktu pelaksanaan shalat gerhana sejak terjadi gerhana hingga matahari/rembulan muncul kembali. Apabila matahari/rembulan sudah muncul kembali maka waktu pelaksanaan shalat gerhana sudah habis dan tidak disunnahkan qadla’.
2. Mandi
Disunnahkan mandi sebelum melakukan shalat gerhana sebagaimana shalat jum’ah dan shalat ied
3. Berjamaah
Disunnahkan melakukan shalat gerhana secara berjamaah di Masjid
4. Adzan
Tidak disunnahkan adzan dan iqamah, tetapi mengumandangkan kalimat : الصلاة جامعة (as-shalaatu jaami’ah) sesaat sebelum melakukan shalat gerhana.
5. Rakaat
Jumlah rakaat shalat gerhana adalah 2 (dua) rakaat. Setiap rakaat terdapat 2 (dua) kali berdiri dan 2 (dua) kali ruku’. Ketika berdiri terdapat 2 (dua) kali membaca fatihah dan 2 (dua) kali membaca surat.
6. Jahr/ Israr
Dalam shalat gerhana matahari disunnahkan memelankan bacaan (israr) sebagaimana shalat yang dikerjakan pada siang hari, sedangkan dalam shalat gerhana rembulan disunnahkan mengeraskan bacaan (jahr).
7. Khutbah
Disunnahkan melakukan 2 (dua) khutbah setelah shalat gerhana sebagaimana khutbah shalat jum’ah dan khutbah ied dalam rukun-rukunnya.
8. Disunnahkan memperbanyak dzikir, doa, istighfar dan sedekah.
IV. Teknis Melakukan Shalat Gerhana
Teknis shalat gerhana berikut ini berdasarkan pendapat Jumhur (mayoritas) ulama.
1. Niat shalat sunnah gerhana berbarengan dengan takbiratul ihram
أُصَلِّى سُنَّةَ كُسُوفِ الشَّمْسِ / سُنَّةَ خُسُوْفِ القَمَرِ رَكْعَتَيْنِ مَأْمُوْمًا / إِمَامًا لِله تعَالى
2. Membaca doa iftitah
اَللهُ اَكْبَرْ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ للهِ كَثِيْرً وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً. إنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِيَ للذِيْ فَطَرَالسَّمَوَاتِ وَاْلآَرْضَ حَنِيِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ. إِنَّ صَلاَتِيْ وَنُسُكِيْ وَمْحْيَايَ وَمَمَاتِيْ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ
3. Membaca surat al-fatihah
4. Membaca surah. Jika mampu membaca surat panjang, seperti surat al-Baqarah atau surat lain yang panjangnya sama dengan surat al-Baqarah. Jika tidak mampu maka membaca surat pendek.
5. Ruku’ pertama pada berdiri pertama. Jika mampu ruku’ pertama pada berdiri pertama dilakukan secara panjang dengan mengulang-ulang bacaan tasbih kadar 100 ayat dari surat al-Baqarah.
6. Kembali berdiri untuk membaca surat al-fatihah yang kedua
7. Membaca surah. Jika mampu membaca surat panjang seperti surat Ali Imron atau surat lain yang panjangnya sama dengan surat Ali Imron. Jika tidak mampu maka membaca surat pendek.
8. Ruku’ kedua pada berdiri pertama. Jika mampu ruku’ kedua pada berdiri pertama dilakukan secara panjang dengan mengulang-ulang bacaan tasbih kadar 80 ayat dari surat al-Baqarah.
9. Sujud secara panjang/lama dengan mengulang-ulang bacaan tasbih sujud
10. Duduk diantara dua sujud
11. Sujud kedua secara panjang/lama dengan mengulang-ulang bacaan tasbih sujud
12. Berdiri untuk melakukan rakaat kedua
13. Membaca surat al fatihah
14. Membaca surah. Jika mampu membaca surat-surat panjang seperti surat an-Nisa’ atau surat lain yang panjangnya sama. Jika tidak mampu maka membaca surat pendek.
15. Ruku’ pertama pada berdiri kedua. Jika mampu ruku’ pertama pada berdiri kedua dilakukan secara panjang dengan mengulang-ulang bacaan tasbih kadar 70 ayat dari surat al-Baqarah.
16. Kembali berdiri untuk membaca surat al-fatihah yang kedua
17. Membaca surah. Jika mampu membaca surat-surat panjang seperti surat al-Maidah atau surat lain yang panjangnya sama. Jika tidak mampu maka membaca surat pendek.
18. Ruku’ kedua pada berdiri kedua. Jika mampu ruku’ kedua pada berdiri kedua dilakukan secara panjang dengan mengulang-ulang bacaan tasbih kadar 50 ayat dari surat al-Baqarah.
19. Sujud secara panjang/lama dengan mengulang-ulang bacaan tasbih sujud.
20. Duduk di antara dua sujud
21. Sujud kedua secara panjang/lama dengan mengulang-ulang bacaan tasbih sujud
22. Tahiyyat
23. Salam
V. Khutbah
Disunnahkan melakukan khutbah setelah shalat gerhana dengan 2 (dua) khutbah. Adapun rukun-rukun khutbah gerhana sebagaimana rukun khutbah jumat dan khutbah ied.
Daftar Bacaan :
1. Tafsir al-Qurthubi
2. I’anah al-Thalibin
3. Al-Fiqh al-Islami
4. Al-Fiqh ala al –Madzahib al-Arba’ah
Disusun : Lembaga Bahtsul Masail (LBM) NU Jepara 2016













